9/09/2016

Kenapa Saya Harus Menulis?


Kenapa Saya Harus Menulis?

INVHO.com - Artikel ini bercerita dari sebuah pengalaman dan sengaja saya share karena mungkin saja bisa jadi inspirasi buat saya sediri tentunya dan buat semua yang telah meluangkan waktunya untuk membaca tulisan ini, terkhusus buat sahabat seprofesi saya, dimanapun Anda berada saya ucapkan "Salam Blogger".

Kenapa saya harus menulis?

Kenapa saya harus menulis? Pertanyaan itu seakan-akan menghantui saya ketika sedang berusaha menjadi seorang blogger. Ya, memang benar, saat ini saya sedang beternak sebuah blog yang entah kapan bisa sukses dan berpenghasilan seperti para blogger lain. Mohon maaf jika saya bicara tentang penghasilan!

Dasarnya, saya bermain blog hanya karena hobby, tapi bukan sebuah kemunafikan bahwa saya bermain blog karena ingin uang, dan itu alasan yang memperkuat saya hingga saat ini untuk tetap setiap di blog. Saya berusaha keras menjadi seorang publisher iklan karena menurut saya cara itu yang ampuh menghasilkan dari sebuah blog, namun sampai saat ini saya masih jauh dari kata sukses. It's Ok!

Jujur, sekarang lebih bahagia karena blog yang saya ternak sudah di terima sebagai publisher Google AdSense. Sekarang hanya fokus bagaimana caranya mengumpulkan pundi-pundi dollar dari AdSense yang nyatanya lebih susah, lebih sulit daripada saat melakukan pendaftaran AdSense sampai masa review hingga di approved. Sebuah proses yang melelahkan namun menyenangkan.

Menulis artikel ini dari sebuah pengalaman, sebuah kebohongan besar jika ada yang mengatakan bahwa dapat uang dari blog itu gampang. Coba buktikan dengan sekali-kali piknik (jalan-jalan) kesebuah forum atau komunitas AdSense. Hampir semua keluhan yang ada forum tersebut berisi pertanyaan yang kurang lebih seperti ini:
  • Kenapa AdSense saya ditolak?
  • Kenapa BPK saya rendah?
  • Kenapa AdSense saya di nonaktifkan atau di banned?
Keluhan diatas adalah sebuah tantangan yang sewaktu-waktu kita harus hadapi. Belajarlah dari penolakan tersebut maka Anda pun akan paham apa yang diinginkan Google. Ketidaksesuaian antara kebijakan AdSense dengan blog adalah pelajaran untuk berbenah. Butuh kesabaran dan pantang menyerah. Semangat!

Apa yang harus saya tulis?

Blog itu adalah sebuah platform yang kebutuhannya terus-menerus harus dipenuhi. Kebutuhan yang paling mendasar untuk blog adalah konten, konten yang saya maksud bukan hanya sekedar konten namun konten tersebut harus kaya akan informasi yang menarik serta berkualitas. Hight Quality dari karya sendiri, No Copy Paste tentunya.

Jangan lupa menyajikan konten yang permanen, konten yang selalu dibutuhkan, selalu dicari dimesin telusur seperti Google, Yahoo dan Bing. Kuncinya, Anda terus berusaha untuk menulis dan One Days Anda akan tahu apa yang dibutuhakan orang sampai 7 turunan. 

Lalu apa yang harus saya tulis? Jangan takut, inspirasi itu pasti akan selalu ada, tergantung bagaimana diri kita ini mengolah apa yang ada dibenak menjadi sebuah karya. Tidak jarang apa yang kita tulis itu bersumber dari apa yang dilakukan sebelummnya. Contoh kecil, Anda berjalan-jalan kesebuah taman, kemudian Anda menemukan sebuah bunga yang sedang mekar, lalu Anda memotret bunga tersebut.

Ketika Anda pulang ke rumah, sadar ataupun tidak, Anda membuka galery di handphone, kemudian melihat hasil potret bunga yang Anda lalukan saat berada ditaman. Saat itu juga tekadkan sebuah keinginan untuk menulis, munculkan imajinasi Anda dengan potret bunga tersebut. Mulai menulis dengan mengungkapkan perasaan Anda saat berada ditaman dan melihat sebuah bunga yang sedang mekar. Seperti yang saya katakan sebelumnya, itu hanya contoh kecil.

Kemudian, apa lagi yang harus saya tulis?

Sekiranya pertanyaan ini hampir sama dengan pertanyaan sebelumnya. Kemudian, apa yang harus saya tulis? Ok, menulis itu dibutuhkan sebuah pikiran yang jernih, penuh dengan perasaan dan hati yang bersih. Selain itu, dibutuhkan juga sebuah analisa kata kunci (keyword) yang tepat. Menulis harus menggunakan struktur kata dan bahasa yang mudah dipahami. Agar, apa yang kita tulis itu manfaatnya sampai ke pembaca.
To be Continue...

Artikel Terkait

2 comments